Sabtu, 17 November 2012

Pesona Wisata Sulawesi Selatan



Sulawesi Selatan merupakan sebuah daerah dengan potensi alam luar biasa dan budaya yang sangat kental. Keindahan alam Sulawesi Selatan sangat menyilaukan mata, dengan hanya melihat alam bumi Sulawesi Selatan perasaan akan menjadi hanyut ke dalamnya. Beban pikiran karena pekerjaan akan hilang seketika terbawa oleh keindahan alam Sulawesi Selatan. Budaya yang dimilikinya pun tidak kalah dengan potensi alam. Salah satu yang sangat terkenal adalah Tator (Tanah Toraja).
Budaya yang masih sangat kental dan bangunan-bangunan yang tidak akan kita temui di luar Tanah Toraja.Objek wisata Sulawesi Selatan sangat memukau mata dan sangat disayangkan jika kita tidak pernah sekalipun menikmati keindahan alam Sulawesi Selatan. Objek wisata yang sangat terkenal di Sulawesi Selatan dengan keindahan alam yang sangat luar biasa adalalah Objek Wisata Bantimurung yang terletak di Kab. Maros. Bantimurung memanjakan kita dengan berbagai wisata alamnya seperti, air terjung, goa-goa, dan kupu-kupu yang sangat indah dan hanya akan kita lihat di tempat itu.
Hampir semua objek wisata alam dan objek wisata budaya yang ada di Sulawesi selatan memiliki potensi untuk merajai dunia pariwisata bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia internasional. Jika potensi ini tidak dimamfaatkan dengan baik sungguh sebuah kerugian yang sangat besar baik bagi Sulawesi Selatan maupun bagi Negara Indonesia tercinta. Hanya dengan sedikit polesan kita bisa menyulap objek wisata ini menjadi wisata yang terbaik dan tentunya hal ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan kerja sama dari seluruh kalangan.
Salah satu yang menjadi pertanyaan kenapa objek wisata alam dan objek wisata budaya Sulawesi Selatan tidak bisa terkenal dengan potensi yang dimiliki harusnya bisa menjadi salah satu tempat yang menjadi tujuan utama wisatawan. Kita janganlah menyalahkan siapa-siapa karena mencari siapa yang salah hanya membuang waktu, tenaga dan pikiran. Kita harusnya bersama-sama saling mengintropeksi diri masing-masing dan berusaha untuk mengembangkan potensi alam dan budaya yang kita miliki karena itu merupakan asset yang tidak ternilai harganya.
Promosi Objek wisata alam dan budaya yang sangat cemerlang telah ditempuh oleh pemerintah Sulawesi Selatan dengan membuka sebuah lomba blog dengan tema “Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan”. Hal ini akan memberikan peluang yang sangat besar bagi para wisatawan untuk lebih mengenal objek wisata alam dan budaya nya.
Maka dari itu baik objek wisata alam dan budaya perlu dipromosikan dan tentunya perlu dijaga dan terus dikembangkan adalah kebersihan,  akses jalan dan fasilitas. Di sini yang menjadi prioritas yang perlu kita benahi adalah masalah kebersihan tempat wisata yang kita miliki.
Event-event untuk mempromosikan objek wisata alam dan budaya Sulawesi Selatan harus lebih sering dilakukan. Mengingat sebuah produk yang baik tidak akan mungkin laku dipasaran tanpa dilakukan promosi yang baik dan tepat serta menganai sasaran yang diinginkan. Semoga pariwisata Sulawesi Selatan ke depannya jauh lebih baik dari sekarang.(Adi Munadi)
 
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia
http://www.navigasi.net/goart.php?a=butatorj
http://e-kuta.com/blog/indonesia/tana-toraja-sulawesi-selatan-tanah-kerajaan-surga.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tana_Toraja
Sumber Gambar:
http://www.trulyindonesia.com/wisata-alam-batimurung-dilirik-unesco/

Kamis, 27 September 2012

KOTA HIJAU KONSEP PERUBAHAN IKLIM JAKARTA

PANTONANEWS. Saat ini dunia sedang dihadapkan pada permasalahan degradasi kondisi lingkungan. Pencemaran air, udara dan tanah tida terelakan lagi seiring perkembangan pembangunan di seluruh dunia terutma perkotaan. Urbanisasi hal yang terjadi disebagian besar kota-kota didunia. Penyebabnya diantara lain tidak seimbangnya pembangunan antara desa dan kota. Daya dukung kota-kota semakin lemah dalam memfasilitasi kebutuhan warga untuk bisa hidup sehat,nyaman, dan sejahtera. menajdi persoalan yang perlu dicari solusinya oleh semua pihak.
Seiring jalannya pembangunan, dalam upaya memberikan kemyamanan dan lingkungan sehat bagi warga kota, konsep Green City dapat menajdi solusi bagi pelaku pembangunan kota hijau (Green City), suatu jargon yang sedang dicangkan diseluruh dunia agar masing -masing kota memberi kontribusi terhadap penurunan emisi karbon untuk penurunan pemanasan global. Kota hijau merupakan simbol kedekatan alam dengan pembangunan. Karakteristik dan kerentanan alam menjadi dasar terhadap konsep pembangunan.
Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia, dituntut menadi kota hijau untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang sudah mulai dirasakan diberbagai belahan dunia. Dengan populasi penduduk yang sudah mencapai 9,6 juta jiwa, ditambah lagi komuter ke Jakarta sebanyak 2,5 juta disiang hari, Jakarta "dipaksa" menjadi kota yang ramah lingkungan, namun apakah mungkin???
Permasalahan di Kota Jakarta
  1. Lingkungan Jakarta semakin sesak  oleh polusi udara, kemacetan, banjir dan masalah lingkungan hidup semakin parah, kepadatan penduduk, wilayah kumuh, kesenjangan sosial dan ekonomi terus mengancam penduduk Jakarta
  2. Kegagalan DKI Jakarta dalam hal pembangunan yang diarahkan kepada kepentingan pemilik modal seperti pembangunan enam ruas jalan tol dan reklamsi pantai utara Jakarta. Rencana itu tidak sejalan dengan  konsep transportasi hijau, yang semestinya mengedepankan aspek pembangunan transportasi massal seperti kereta api.
  3. Lemahnya sanksi terhadap pelanggaran yang dibuat oleh para pengusaha membangun infratruktur tanpa memperdulikan aspek lingkungan .
  4. Perubahan iklim yang akan terjadi seperti kekurangan air bersih,malaria,DBD ,banjir dan masalah kesehatan lainnya.
Dalam permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh Ibu Kota saat ini, pasti dapat teratasi dengan melakukan strategi dalam penataan ruang, hal ini terkait dalam adaptasi mitigasi yang wajib dilakukan oleh semua komponen stakeholder yang terkait baik pemerintah, swasta maupun masyarakat sendiri dapat langsung berpartisipasi dalam hal mitigasi terhadap perubahan iklim dengan penerapan Kota Hijau. Dengan memperhatikan landasan hukum yang telah ada yaitu UU No.23 Tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkunagan Hidup, UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Mewujudkan Indonesia menjadi kota Hijau atau "Green Cities" dalam rangka menghadapi perubahan iklim diperlukan kerjasama dari masyarakat dan pemerintah. Tindakan sebelumnya yang dimulai dari konsep, ditingkatkan menjadi aksi nyata bersama.
rencana aksi yang dapat dan mungkin dilakukan oleh  jakarta untuk melakukan penerapan sebagai Kota Hijau adalah dukungan dan komitmen semua pihak dalam prosesnya,dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah, Swasta dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui pentingnya aspek penataan ruang untuk mewujudkan ruang yang nyaman

1.Memilih transportasi hemat energi

Hingga saat ini satu-satunya sistem transportasi ramah lingkungan massal yang tersedia terutama dijakarta adalah Kereta Api Listrik. Satu rangkaian kerta Api Listrik bisa menampung 1200 penumpang, setara dengan kapasitas 60 Bis dan 600 motor, sehingga kereta menjadi modal transportasi dengan produksi gas rumah kaca terkecil. Konsumsi energi satu rangkaian kereta api listri adalah 3 liter/km. Setiap penumpang hanya mengonsumsi energi 0,0025 liter/km, paling rendah dibanding moda transportasi massal yang lain.Namun, layanan kereta api masih memrlukan banyak perbaikan. Gangguan sinyal dan kerusakan jaringan listrik masih sering terjadi. Semoga layanan Kereta Api semakin baik ditahun ini.

2.Mengembangkan komunitas hijau dan ramah lingkungan 

Pragram terakhir ini sangat strategis, semua lembaga Pendidikan mulai dari taman Kanak-kanak hingga Perguruan tinggi, harus terlibat dalam program hijau dan memiliki agenda aksi lingkungan sendiri. Mulai dari inisiatif sederhana seperti penanggulangan sampah, hingga program sosialisasi, edukasi dan diskusi yang meningkatkan wawasan serta kesadaran untuk menjaga lingkungan. komunitas masyrakat dari strata terkecil yaitu keluarga,RT,RW dab desa juga harus dilibatkan. semua unsur masyarakat ini harus bergerak menerapkan gaya hidup hijau dan ramah lingkungan.

3.Mengurangi Emisi dan Konsumsi Energi

Aktivitas pengurangan emisi bisa dilakukan melalui program reboisasi yang kini menjadi tren di kota-kota besar, termasuk di Jakrta, Semoga program penanam sejuta pohon dan program berkebun terus berlanjut di tahun 2012, Sementara program penghematan energi tergantung pada komitmen kita untuk menggunakan energi secara lebih bijaksana. Tidak hanya menghemat bahan bakar minyak kita juga dituntut untuk menghemat listrik.
Untuk itu,kurangi penggunaan kendaraan pribadi. pilih moda transportasi personal yang lebih ramah lingkungan seperti berjalan kaki atau naik sepeda. Matikan dan cabut peralatan listrik yang tidak terpakai.

4.Mengurangi Segala Jenis Sampah

Mengurangi segala jenis sampah bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Jangan buang sampah sembarangan. Lkukan daur ulang, berhenti menggunakan kantong plastik. Beralih ke Tas dan produk yang lebih ramah lingkungan. Hindari membeli minuman dalam botol, bawa sendiri botol anda dari rumah.

Refrensi

https://www.hijauku.com
https://www.detik.com
https://www.kompasmedia.com