PANTONANEWS. Saat ini dunia sedang dihadapkan pada permasalahan degradasi kondisi lingkungan. Pencemaran air, udara dan tanah tida terelakan lagi seiring perkembangan pembangunan di seluruh dunia terutma perkotaan. Urbanisasi hal yang terjadi disebagian besar kota-kota didunia. Penyebabnya diantara lain tidak seimbangnya pembangunan antara desa dan kota. Daya dukung kota-kota semakin lemah dalam memfasilitasi kebutuhan warga untuk bisa hidup sehat,nyaman, dan sejahtera. menajdi persoalan yang perlu dicari solusinya oleh semua pihak.
Seiring jalannya pembangunan, dalam upaya memberikan kemyamanan dan lingkungan sehat bagi warga kota, konsep Green City dapat menajdi solusi bagi pelaku pembangunan kota hijau (Green City), suatu jargon yang sedang dicangkan diseluruh dunia agar masing -masing kota memberi kontribusi terhadap penurunan emisi karbon untuk penurunan pemanasan global. Kota hijau merupakan simbol kedekatan alam dengan pembangunan. Karakteristik dan kerentanan alam menjadi dasar terhadap konsep pembangunan.
Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia, dituntut menadi kota hijau untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang sudah mulai dirasakan diberbagai belahan dunia. Dengan populasi penduduk yang sudah mencapai 9,6 juta jiwa, ditambah lagi komuter ke Jakarta sebanyak 2,5 juta disiang hari, Jakarta "dipaksa" menjadi kota yang ramah lingkungan, namun apakah mungkin???
Permasalahan di Kota Jakarta
- Lingkungan Jakarta semakin sesak oleh polusi udara, kemacetan, banjir dan masalah lingkungan hidup semakin parah, kepadatan penduduk, wilayah kumuh, kesenjangan sosial dan ekonomi terus mengancam penduduk Jakarta
- Kegagalan DKI Jakarta dalam hal pembangunan yang diarahkan kepada kepentingan pemilik modal seperti pembangunan enam ruas jalan tol dan reklamsi pantai utara Jakarta. Rencana itu tidak sejalan dengan konsep transportasi hijau, yang semestinya mengedepankan aspek pembangunan transportasi massal seperti kereta api.
- Lemahnya sanksi terhadap pelanggaran yang dibuat oleh para pengusaha membangun infratruktur tanpa memperdulikan aspek lingkungan .
- Perubahan iklim yang akan terjadi seperti kekurangan air bersih,malaria,DBD ,banjir dan masalah kesehatan lainnya.
Dalam permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh Ibu Kota saat ini, pasti dapat teratasi dengan melakukan strategi dalam penataan ruang, hal ini terkait dalam adaptasi mitigasi yang wajib dilakukan oleh semua komponen stakeholder yang terkait baik pemerintah, swasta maupun masyarakat sendiri dapat langsung berpartisipasi dalam hal mitigasi terhadap perubahan iklim dengan penerapan Kota Hijau. Dengan memperhatikan landasan hukum yang telah ada yaitu UU No.23 Tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkunagan Hidup, UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.
Mewujudkan Indonesia menjadi kota Hijau atau "Green Cities" dalam rangka menghadapi perubahan iklim diperlukan kerjasama dari masyarakat dan pemerintah. Tindakan sebelumnya yang dimulai dari konsep, ditingkatkan menjadi aksi nyata bersama.
rencana aksi yang dapat dan mungkin dilakukan oleh jakarta untuk melakukan penerapan sebagai Kota Hijau adalah dukungan dan komitmen semua pihak dalam prosesnya,dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah, Swasta dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui pentingnya aspek penataan ruang untuk mewujudkan ruang yang nyaman
1.Memilih transportasi hemat energi
Hingga saat ini satu-satunya sistem transportasi ramah lingkungan massal yang tersedia terutama dijakarta adalah Kereta Api Listrik. Satu rangkaian kerta Api Listrik bisa menampung 1200 penumpang, setara dengan kapasitas 60 Bis dan 600 motor, sehingga kereta menjadi modal transportasi dengan produksi gas rumah kaca terkecil. Konsumsi energi satu rangkaian kereta api listri adalah 3 liter/km. Setiap penumpang hanya mengonsumsi energi 0,0025 liter/km, paling rendah dibanding moda transportasi massal yang lain.Namun, layanan kereta api masih memrlukan banyak perbaikan. Gangguan sinyal dan kerusakan jaringan listrik masih sering terjadi. Semoga layanan Kereta Api semakin baik ditahun ini.
2.Mengembangkan komunitas hijau dan ramah lingkungan
Pragram terakhir ini sangat strategis, semua lembaga Pendidikan mulai dari taman Kanak-kanak hingga Perguruan tinggi, harus terlibat dalam program hijau dan memiliki agenda aksi lingkungan sendiri. Mulai dari inisiatif sederhana seperti penanggulangan sampah, hingga program sosialisasi, edukasi dan diskusi yang meningkatkan wawasan serta kesadaran untuk menjaga lingkungan. komunitas masyrakat dari strata terkecil yaitu keluarga,RT,RW dab desa juga harus dilibatkan. semua unsur masyarakat ini harus bergerak menerapkan gaya hidup hijau dan ramah lingkungan.
3.Mengurangi Emisi dan Konsumsi Energi
Aktivitas pengurangan emisi bisa dilakukan melalui program reboisasi yang kini menjadi tren di kota-kota besar, termasuk di Jakrta, Semoga program penanam sejuta pohon dan program berkebun terus berlanjut di tahun 2012, Sementara program penghematan energi tergantung pada komitmen kita untuk menggunakan energi secara lebih bijaksana. Tidak hanya menghemat bahan bakar minyak kita juga dituntut untuk menghemat listrik.
Untuk itu,kurangi penggunaan kendaraan pribadi. pilih moda transportasi personal yang lebih ramah lingkungan seperti berjalan kaki atau naik sepeda. Matikan dan cabut peralatan listrik yang tidak terpakai.
4.Mengurangi Segala Jenis Sampah
Mengurangi segala jenis sampah bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Jangan buang sampah sembarangan. Lkukan daur ulang, berhenti menggunakan kantong plastik. Beralih ke Tas dan produk yang lebih ramah lingkungan. Hindari membeli minuman dalam botol, bawa sendiri botol anda dari rumah.
Refrensi
https://www.hijauku.com
https://www.detik.com
https://www.kompasmedia.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar